<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel>
	<title>Al Farisi</title>
	<link>http://alfarisi.web.id/</link>
	<description>al farisi's technical blog. Everything that I can share to you. My ways to change the world.</description>
	<language>en</language>
	<copyright><![CDATA[Copyright (c) 2006-2012 by al farisi]]></copyright>
	<generator>alphaCMS</generator>
	
	<item>
		<title>Sebutlah Saudaramu dalam Do&#039;a yang Engkau Panjatkan</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/sebutlah-saudaramu-dalam-doa/</link>
		<description><![CDATA[<img style="float: left; margin: 5px;" src="/images/public/doa.jpg" alt="berdoa untuk saudara semuslim" />Mungkin saya sangat jarang bercerita tentang kejadian-kejadian yang saya temui sehari-hari. Boleh dibilang ini adalah yang pertama di website ini, hehe.. Baiklah, cerita dimulai pada suatu shubuh di sebuah surau (langgar, mushalla). Setelah selesai shalat shubuh, ada seseorang yang dari arah samping atau belakang, maju ke shaf depan, duduk di samping saya. Kemudian ia mengambil Mushhaf Qur'an yang ada di rak. Ia membaca Qur'an sambil sesekali melihat mushhaf. Mungkin ayat yang ia baca memang sudah ia hafal, atau memang ia sedang melancarkan hafalannya..<br /><br />Setelah beberapa waktu, ketika saya sedang terdiam.. ia menoleh kepada saya, dan saya pun ikut menoleh. Ia mengucapkan salam sambil tersenyum.. dan tiba-tiba berkata, "<em>Pray for me</em> (berdoalah untuk saya)". Saya mengangguk sambil tertawa kecil, dan terjadilah sedikit obrolan di antara kami. Ia (untuk sementara sebutlah namanya si Fulan) mengutip sebuah hadits, yang mungkin maksudnya adalah sebagai berikut.]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 10:41:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/sebutlah-saudaramu-dalam-doa/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">81 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
	<item>
		<title>Beberapa Kesalahan yang Sering Dilakukan Jamaah Haji dan Umrah</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/kesalahan-yang-dilakukan-jamaah-haji-umrah/</link>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya ringkas dari apa yang ditulis oleh Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahuLlah [1]. Pembaca bisa mendownload versi e-book yang lebih lengkap dari link yang ada di bagian akhir tulisan ini, termasuk link referensi lainnya [2][3] yang insya-aLlah bermaanfaat, berisi panduan manasik haji dan umrah yang sesuai dengan sunnah.<br /> <br /> Nabi shallaLlahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada pada urusan kami (mengadakan hal-hal yang baru) maka ia tertolak." [muttafaq 'alaih]<br /> <br /> Sebagian orang -semoga Allah memberi petunjuk dan taufiq kepada mereka- melakukan hal-hal yang tidak dituntunkan dalam Al Qur'an dan sunnah rasuluLlah shallaLlahu 'alaihi wa sallam, termasuk dalam perkara ibadah haji dan umrah. Seringkali muncul orang-orang yang berani dan tergesa-gesa memberikan fatwa tanpa ilmu, sehingga terjadilah kesesatan dan penyesatan.]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 06:06:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/kesalahan-yang-dilakukan-jamaah-haji-umrah/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">80 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
	<item>
		<title>Khawatir Menyakiti Jamaah Lain Saat Duduk Tawaruk</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/khawatir-menyakiti-jamaah-lain-saat-duduk-tawaruk/</link>
		<description><![CDATA[<img style="margin-left: 5px; margin-right: 5px; float: left;" src="/images/public/tawaruk.jpg" alt="duduk tawaruk" width="110" height="110" />Duduk tawaruk saat tasyahud akhir shalat merupakan hal yang diajarkan oleh Nabi shallaLlahu 'alaihi wa sallam, khususnya pada shalat yang memiliki dua tasyahud seperti shalat maghrib, isya', zhuhur dan ashar. Walaupun, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama' tentang posisi duduk pada shalat yang hanya memiliki satu tasyahud, seperti shalat shubuh dan shalat-shalat sunnah lainnya. Namun, saya tidak akan membahas hal itu di sini. Sesuai judulnya, tulisan ini akan memaparkan satu keadaan yang seringkali saya -atau mungkin pembaca lainnya- alami. Yaitu, pada saat tasyahud kedua yang semestinya duduk tawaruk, namun tidak tersedia cukup ruang untuk duduk tawaruk atau khawatir akan mengganggu/menyakiti jamaah lainnya. Bagaimanakah sikap kita? Apakah boleh hanya duduk iftirasy biasa dan tidak duduk tawaruk?]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 09:50:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/khawatir-menyakiti-jamaah-lain-saat-duduk-tawaruk/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">79 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
	<item>
		<title>Benteng Hati</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/benteng-hati/</link>
		<description><![CDATA[<img style="float: left; margin: 5px;" src="/images/public/benteng.jpg" alt="" />Hati itu <strong>BAGAIKAN</strong> benteng. Di sekelilingnya ada pagar, dan pagar itu mempunyai beberapa pintu. Sekalipun begitu, di sana masih ada celah-celah yang bisa dimasuki. Yang menjaga celah-celah ini adalah akal dan para malaikat. Ada beberapa satuan pasukan yang senantiasa mendatangi benteng itu, yaitu pasukan hawa nafsu dari setan. Pasukan penyerang ini senantiasa datang dari waktu ke waktu dan tidak mungkin bisa berhenti. Peperangan terus berkecamuk anatara penghuni benteng dan pasukan penyerang. Pasukan setan berputar-putar mengelilingi benteng mencari kelengahan penjaga untuk bisa melewati celah. <strong>Berarti, penjaga harus mengetahui seluruh pintu benteng dan celah-celah yang ada di bawah tanggungjawabnya, tidak boleh lengah walaupun sekejap. Sebab, musuh juga tidak pernah lengah walaupun sekejap.</strong>]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 03:49:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/benteng-hati/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">78 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
	<item>
		<title>Tidak Terkabulnya Doa</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/tidak-terkabulnya-doa/</link>
		<description><![CDATA[Dikisahkan bahwa suatu hari Ibrahim bin Adham melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, "Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan?"<br /><br />Ia menjawab, "Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal".]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 08:05:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/tidak-terkabulnya-doa/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">77 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
	<item>
		<title>Sifat-sifat Hamba Allah yang Mendapat Kemuliaan</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/sifat-sifat-ibadur-rahman-yang-mendapat-kemuliaan/</link>
		<description><![CDATA[Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.<br /> <br /> Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.<br /> <br /> Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal". Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 08:27:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/sifat-sifat-ibadur-rahman-yang-mendapat-kemuliaan/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">76 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
	<item>
		<title>Kalkulator Zakat v2.0</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/kalkulator-zakat-v2-0/</link>
		<description><![CDATA[Kalkulator Zakat v2.0 telah dirilis pada akhir tahun 2011. Pada versi terbaru ini, dilakukan penambahan fitur untuk menghitung berbagai macam jenis zakat mal (harta), di antaranya adalah perhitungan zakat emas dan perak, uang dan surat berharga lainnya, perdagangan, pertanian, hewan ternak, serta harta temuan. Khusus untuk perhitungan zakat hewan ternak, saat ini baru menyediakan opsi untuk kambing/domba. Sedangkan untuk sapi dan unta, saat ini tidak/belum disediakan. Untuk melihat demo dan men-download software ini dapat dilakukan dengan mengakses alamat <a href="http://islam.indokreatif.net/zakatcalc/" target="_blank">http://islam.indokreatif.net/zakatcalc/</a><br /><br />Saran dari anda sangat kami harapkan. Termasuk jika anda menemukan kesalahan, mohon agar dapat disampaikan kepada kami. Terima kasih..]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Project]]></category>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 04:28:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/kalkulator-zakat-v2-0/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">75 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
	<item>
		<title>Driver VGA SiS 771/671 di Slackware 13.37</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/driver-vga-sis-771-671-di-slackware-13-37/</link>
		<description><![CDATA[Judul cerita kali ini adalah kembali ke Linux, atau lebih spesifik lagi kembali ke Slackware... Setelah sekian lama, akhirnya saya memutuskan untuk meng-install kembali Slackware versi 13.37 di laptop "jadul" saya. Laptop tersebut menggunakan VGA SiS 771/671. Tidak ada masalah berarti saat proses instalasi. Masalah muncul ketika saya mencoba masuk ke X window. Ternyata resolusi layarnya hanya "mentok" di 800x600, padahal seharusnya bisa sampai 1280x800. Sebenarnya masalah serupa juga sudah beberapa kali saya temui saat instalasi Slackware sebelum ini. Jadi, dimulailah pencarian solusi untuk masalah ini.. :D]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Software dan OS]]></category>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 10:41:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/driver-vga-sis-771-671-di-slackware-13-37/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">74 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
	<item>
		<title>Migrasi Hosting: Permohonan Maaf</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/migrasi-hosting-permohonan-maaf/</link>
		<description><![CDATA[Mohon maaf kepada pengunjung website ini sekiranya ada <em>broken link</em> atau masalah lain yang dijumpai ketika mengakses web ini. Sebab, saat ini saya sedang melakukan proses migrasi hosting ke server lain. Berhubung koneksi internet saya sedang tidak stabil, sehingga saya tidak bisa melakukan migrasi secara cepat. Mohon pengertian dan masukan sekiranya menjumpai sesuatu yang tidak berjalan dengan semestinya, selama dan setelah proses migrasi ini selesai. Terima kasih..<br /><br />Update berita.. Proses migrasi telah selesai. Selamat menikmati kembali sajian (seadanya) di website ini.]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 05:57:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/migrasi-hosting-permohonan-maaf/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">73 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
	<item>
		<title>Kisah Pemuda Beriman dan Ashhabul-Ukhdud</title>
		<link>http://alfarisi.web.id/articles/kisah-pemuda-beriman-dan-ashhabul-ukhdud/</link>
		<description><![CDATA[Ibnu Katsir [1] ketika menafsirkan QS Al-Buruj menukilkan sebuah kisah yang diceritakan oleh RasuluLlah shallaLlahu alaihi wa sallam tentang ashabul-ukhdud (pembuat parit) yang dilaknat Allah. Kisah tersebut juga terdapat dalam Shahih Muslim [2][3].<br /><br />Dahulu, ada seorang raja yang memiliki tukang sihir. Saat tukang sihir sudah tua, ia berkata kepada rajanya, 'Aku sudah tua dan ajalku akan segera tiba. Karenanya, kirimkanlah seorang pemuda kepadaku untuk aku ajari sihir'. Lalu, seorang pemuda didatangkan kepada tukang sihir tersebut. Ia mengajarkan sihir kepada pemuda itu. Perjalanan antara tukang sihir dan si raja terdapat seorang rahib. Si pemuda itu mendatangi rahib dan mendengar kata-katanya, ia kagum akan kata-kata si rahib itu.<br />]]></description>
		<dc:creator><![CDATA[al farisi]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 08:11:00 +0700</pubDate>
		<comments>http://alfarisi.web.id/articles/kisah-pemuda-beriman-dan-ashhabul-ukhdud/#komentar</comments>
		<guid isPermaLink="false">72 at http://alfarisi.web.id/</guid>
	</item>
		
</channel>
</rss>
