Dunia Tempatnya Ujian

Sabtu, 01 September 2012 | Islam
Kalau sekiranya dunia itu bukan tempatnya ujian maka tidak akan ada yang namanya penyakit, rasa cemas, bimbang dan perasaan suram. Kehidupan tidak akan terasa sempit bagi para Nabi dan orang-orang pilihan. Nabi Nuh sampai menangis dalam waktu yang sangat panjang tiga ratus tahun (lamanya). Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api dan diuji untuk menyembelih anak yang ia cintai. Nabi Ya'qub menangis karena kehilangan anaknya Yusuf sampai hilang penglihatannya. Nabi Musa dikejar Fira'un, bukan itu saja, namun kaumnya pun mendapat ujian dari kezhaliman Fir'aun. Nabi Isa bin Maryam tidak ada tempat untuk berlindung baginya melainkan hidup dalam kesengsaraan. Dan Nabi kita Muhammad shallaLlahu 'alaihi wa sallam sabar dalam kehidupan yang serba kekurangan, terbunuhnya Hamzah bin Abdul Muthalib pamannya yang merupakan orang yang paling beliau cintai dari kalangan keluarganya. Ia juga ditinggalkan oleh kaumnya (pada awal mula dakwahnya), mereka enggan untuk menerima dakwahnya. Dan (masih banyak lagi contoh) selain mereka dari kalangan para Nabi dan para wali yang sangat panjang kalau mau disebutkan semuanya.

Kalau benar sekiranya dunia ini diciptakan untuk bersenang-senang dan mencari kelezatannya, tentu tidak akan mungkin bagi orang yang beriman untuk mendapatkan kebahagiaan darinya. Sungguh benar apa yang dikatakan oleh seorang panyair:

Dunia tempatnya kesedihan, kenapa engkau menginginkannya
Tidak akan pernah dunia lepas dari ujian dan cobaan

----
Dikutip dari tulisannya Syaikh Abdul Malik al-Qasim
@Rumah, bulan purnama Syawal 1433H



Komentar