Al-Mamnu' minash-Sharf + Kuis Berhadiah

Kamis, 27 November 2014 | Bahasa Arab
** Kuis berhadiah SUDAH DITUTUP **

Pada asalnya, isim (khususnya isim mufrad dan jama' taksir) tanda jar-nya adalah dengan kasrah, serta berakhiran tanwin jika tidak ada 'al' ( ال ) dan bukan sebagai mudhaf.
Contoh: وَلدٌ , مِن أحَدٍ .

Namun, ada isim yang 'menyimpang' dari kaidah asal ini. Isim tersebut memiliki karakteristik:
  1. Jar dengan tanda fathah, kecuali jika ada 'al' atau sebagai mudhaf.
  2. Tidak boleh ditanwin.
Isim yang memiliki karakteristik seperti di atas dinamakan al-mamnu' minash-sharfi ( الممنوع من الصرف ) atau isim ghair al-munsharif ( الاسم غير المنصرف ) atau isim alladzi la yansharif ( الاسم الذي لا ينصرف ).

Berikut ini kata-kata yang termasuk kategori al-mamnu' minash-sharf.
  1. Nama, yang tidak bisa ditanwin adalah:
    • Nama perempuan (termasuk nama laki-laki yang berakhiran ة ).
      Contoh: فاطِمَة , مُعَاويَة , زيْنب .

      Khusus untuk nama perempuan yang terdiri dari 3 huruf dan huruf keduanya sukun, maka "boleh" ditanwin. Contohnya adalah هِندٌ dan مِصْر .
    • Nama a'jam (non-Arab), contoh: إبْرَاهِيم dan يَعْقوب .
    • Nama yang asalnya merupakan susunan atau gabungan kata, yang artinya sudah berbeda atau tidak berkaitan langsung dengan kata penyusunnya. Contohnya adalah حَضرَمَوْت yang merupakan gabungan dari حَضر dan مَوْت . Mirip seperti kalau di Jawa ada daerah yang namanya Banyuwangi, yang berasal dari kata banyu (air) + wangi.
    • Nama yang berakhiran alif + nun. Contoh سَلمَان dan عُثمَان .
    • Nama dengan wazan (pola) yang sama dengan fi'il. Contoh يَثرب dan أحْمَد .
    • Nama dengan wazan فعَل (fu'alu). Contoh عُمَر dan زُحَل .
  2. Sifat, yang tidak bisa ditanwin adalah:
    • Sifat dengan wazan فعْلان (fa'lanu). Contoh غضبَان (sangat marah) dan جَوْعَان (sangat lapar).
    • Sifat dengan wazan أفعَل (af'alu). Contoh أحْمَر (merah) dan أكبَر (besar).
    • Sifat yang dibentuk dari bilangan antara 1 sampai 10 yang wazannya فعَال (fu'al) dan مَفعَل (maf'al). Contohnya dalam QS An-Nisa' : 3 berikut ini.
    • Kata أخر (ukharu = lainnya) yang merupakan bentuk jama' dari أخرَى (ukhra).
  3. Kata dengan wazan sighah muntahal-jumu', yaitu jama' taksir yang memiliki wazan أفاعِل - أفاعِيْل - فعَائِل - مَفاعِل - مَفاعِيْل - فوَاعِل - فعَالِيْل .
    Contoh : أفاضل - أناشيد - رسائل - مدارس - مفاتيح - شوارع - عصافير .
  4. Kata yang berakhiran alif ta'nits maqshurah, yaitu alif maqshurah yang ditambahkan di akhir kata sebagai penanda muannats (perempuan). Pada banyak kata, alif maqshurah ditulis dengan ya' tanpa titik atau diistilahkan juga dengan alif bengkok. Contoh : حُبْلىَ - عَطشىَ - ذِكرَى.

    Jika alif maqshurah-nya bukan sebagai penanda muannats maka kata tersebut tidak termasuk al-mamnu' minash-sharf sehingga bisa ditanwin. Contoh فتىً (pemuda) dan هُدًى (petunjuk).
  5. Kata yang berakhiran alif ta'nits mamdudah, yaitu alif mamdudah ( اء ) yang ditambahkan sebagai penanda muannats atau jama'. Contoh: أصْدِقاء (teman-teman) dan حَمْرَاء (merah).

    TIDAK termasuk al-mamnu' minash-sharf jika:
    (1) Hamzah akhirnya adalah huruf asli penyusun kata tersebut, bukan sebagai tambahan. Contoh إنشاءٌ dan اِبتِدَاءٌ .

    (2) Hamzahnya munqalabah (ganti) dari huruf wawu atau ya'. Contohnya سَمَاءٌ yang asalnya adalah سماو dan بناءٌ yang asalnya adalah بناي .
Al-mamnu' minash-sharf di-jar-kan dengan fathah dan tidak boleh ditanwin jika terpenuhi dua syarat, yaitu:
1) Tidak diawali oleh 'al'
2) Bukan sebagai mudhaf

Beberapa contohnya bisa dilihat pada tulisan di atas. Contoh lainnya QS An-Nisa':86.


Jika kedua syarat di atas tidak terpenuhi, maka di-jar-kan dengan kasrah. Sebagai contoh pada QS At-Tin: 4, ketika sebagai mudhaf dan majrur maka kata yang sama akan berharakat kasrah.


Semoga bermanfaat..


KUIS :
Dari tulisan di atas kita ketahui bahwa ada isim berpola tertentu yang termasuk kategori al-mamnu' minash-sharf, di antaranya adalah sighah muntahal-jumu' dan berakhiran alif ta'nits mamdudah. Nah.. sekarang coba perhatikan kata yang diberi garis bawah pada ayat berikut.
QS Al-Maidah : 101

QS Al-A'raf : 71


Dari polanya, kata أشياء dan أسماء sama persis, keduanya adalah bentuk jama' (mufradnya adalah شيْءٌ dan اِسْمٌ ), huruf akhirnya sama (alif mamdudah), jumlah hurufnya sama, harakat huruf-huruf awalnya juga sama. Pertanyaannya, ketika didahului oleh huruf jar, kenapa yang satu berharakat akhir fathah sedangkan yang satunya lagi kasrah + tanwin? Apa alasannya (yang membedakan keduanya)?

Yang pertama menjawab dengan baik dan benar insyaaLlah akan mendapat hadiah print kitab al-Qawa'id al-Ushuliyyah wal-Fiqhiyyah al-Muta'alliqah bil-Muslim ghair al-Mujtahid (kaidah ushul dan fiqh yang perlu diketahui oleh setiap muslim) karya Dr. Sa'ad Asy-Syatsri. Rekaman kajian oleh Ust. Aris Munandar yang membahas kitab ini bisa didownload di Archive.

Jawaban kuis bisa ditulis di komentar. Harap sertakan alamat email yang valid agar bisa saya hubungi, atau cek secara periodik di web ini, barangkali Anda yang beruntung. Hadiah akan saya kirim ke alamat pemenang (selama masih di Indonesia), atau bisa diambil sendiri jika Anda berdomisili di Jogja.


Klik untuk melihat daftar isi : Catatan Pelajaran Bahasa Arab.



Komentar

ade sobara
20 Desember 2014 - 22:26:07
Bismillah.
Kata pertama ghair munshrif dan kedua bukan ghair munsharif.
Kata أشياء diketahui ghair munsharif dari akif ta'nis mamdudah di akhir kalimahnya sebagai tanda jama'nya. Sedangkan أسماء hamzah akhirnya munqalabah sebagai pengganti ya' yang kata ashalnya أسما ي.
Wallahu a'lam bish-shawaab.

aL
20 Desember 2014 - 23:07:50
@ade sobara
hamzah di akhir kata أشياء itu asli apa zaidah? bukankah mufradnya شيء? kalau asli termasuk ghair munsharif bukan?

ade sobara
20 Desember 2014 - 23:25:17
Afwan akhi, di lihat lagi kalimat ana. Kan ana nulis kata pertama ( asyyaa)ghair munsharif dan kata kedua (asmaa) bukan ghair munsharif

aL
20 Desember 2014 - 23:54:27
iya, saya hanya ingin tau alasannya saja. kenapa asyyaa bisa dikategorikan ghair munsharif.

aL
21 Desember 2014 - 00:03:28
alasan lebih detilnya maksud saya, agar sesuai dengan teori "bukan ghair munsharif jika hamzah akhirnya adalah ashliyah atau munqalabah".

dari sisi mana أشياء dikatakan ghair munsharif. mufradnya kan شيء dan sekilas hamzahnya asli memang dari bentuk mufradnya.

aL
15 Januari 2015 - 05:00:43
@ade sobara, bisakah saya minta alamatnya untuk pengiriman hadiah? mungkin bisa via halaman Contact Me. terima kasih.

muhammad imam al gaz
25 Januari 2015 - 14:11:00
knp di atas berbaris fathah krn mamnuu mina sharfi contoh lainnya: marartu bii ibrahima
knp berbaris kasrah dan bertanwin krn kata "asma" itu jama dari ismun, di masuki huruf jar dan tdk ber alif lam....

aL
25 Januari 2015 - 15:49:06
bisa didetilkan Pak alasannya?
kenapa termasuk ghair munsharif dan kenapa bukan, padahal mirip.

abu hafshoh
28 November 2015 - 17:29:33
Klo أسماء kan isim mufrodnya اسم، itu huruf aslinya apa aja

Arie Dwi Putra
13 April 2016 - 09:25:58
Bismillah
kalau أشياء memang ia benar Isim Goiru munshorif yang di tandai dengan Alif Mamdudah ( اء) yang mufrodnya شيء

Kalau أسماء itu bukan Goiru munshorif, karna tanda Alif Mamdudahnya ( اء) bukan asli, melainkan hamzah akhirnya munqalabah sebagai pengganti ya' Asalnya أسما ي
Wallahu a'lam bish-shawaab

aL
19 April 2016 - 17:14:34
@arie dwi, bisa minta alamatnya? bisa dikirim lewat halaman contact. terima kasih.

aL
21 Juli 2016 - 10:27:51
Kuis sudah ditutup, pemenangnya yang pertama komentar dan pertama mengirimkan alamatnya kepada saya, yaitu Sdr. Ade Sobara.

Hadiah dikirim via pos, dengan nomor barcode 15246361914. Bisa dicek secara online atau ke kantor pos. Terima kasih.

abu 'abdillah
09 Mei 2017 - 09:38:24
mufiid jiddan.. jazaakumullaahu khayran..

Berikan Komentar

Nama:


E-mail:


Website:
Contoh http://www.indokreatif.net

Silahkan tulis komentar anda :


Masukkan kode berikut