.:: Coretan



Obat Sakitnya Ulama

Sabtu, 23 Juli 2016
Dikisahkan bahwa jika Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah sedang sakit maka ia meletakkan sebuah kitab di atas kepalanya. Jika ia merasa baikan dan bersemangat maka ia membaca kitab tersebut. Jika sakitnya kembali terasa, ia letakkan lagi di atas kepalanya.

Suatu hari tabib datang dan melihat apa yang dilakukan oleh Syaikh. Sang tabib berkata, "Tidak sepantasnya engkau melakukan hal tersebut. Itu hanya akan membuat sakitmu semakin lama sembuh." [ Selengkapnya... | 0 komentar ]

Quote: Tips Memilih Pasangan

Ahad, 09 Agustus 2015
Nasehat sebagian ulama dalam mencari dan memilih pasangan hidup.

tips memilih pasanganSelengkapnya... | 0 komentar ]

Teruslah dan Jangan Berhenti

Ahad, 02 Agustus 2015

Para tokoh Quraisy jahiliah pernah merencanakan dan melakukan makar kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam saat beliau sedang sujud dalam shalatnya. Di antara mereka ada yang mengambil isi perut unta yang penuh kotoran dan meletakkannya di antara dua pundak Nabi. Semua itu dilakukan ketika beliau shallallahu alaihi wa sallam sedang bersujud.

Lalu, apakah yang dilakukan Nabi? Apakah beliau berhenti dari shalatnya? Tidak! Beliau shallallahu alaihi wa sallam terus melanjutkan shalatnya!

Karena itu, ketika agama kita dicela.. ketika dakwah kita dimusuhi.. ketika kita sendiripun dianiaya atau dikucilkan karena menerapkan sunnah dan melakukan hal-hal yang Allah perintahkan... maka teruslah dan jangan berhenti untuk berdakwah.. teruslah dan jangan berhenti untuk menerapkan apa-apa yang Allah dan rasul-Nya perintahkan... teruslah dan jangan berhenti untuk menampakkan kemuliaan agama ini, termasuk dengan akhlak yang baik.

Insyaallah pertolongan Allah akan datang.

---
Faidah dari Syaikh Prof. Dr. Anis Thahir Al-Andunisi

0 komentar ]

Ketika Bumi Terasa Sempit

Sabtu, 16 Agustus 2014
Tulisan ini berasal dari sebuah tanya jawab yang dimuat di Youtube.
Sebenarnya saya lebih tertarik dengan jawabannya yang tidak hanya spesifik untuk kasus yang ditanyakan. Walaupun begitu, adanya sebuah jawaban tentunya karena ada pertanyaan.. Pertanyaan ini disampaikan oleh seorang pemuda kepada Syaikh Mukhtar Asy-Syinqithi rahimahullah.

Pemuda: Wahai Fahilatusy Syaikh, saya seorang pemuda yang telah beberapa kali melakukan lamaran. Namun, saya selalu saja ditolak dengan berbagai alasan, dan kadang juga tanpa alasan. Sehingga, aku merasa dunia ini sempit. Saya mohon doa dari Anda wahai Syaikh, agar Allah memudahkan urusanku. Semoga Allah membalas kebaikan Anda. [ Selengkapnya... | 0 komentar ]

akulah si Fakir

Jumat, 09 Mei 2014
Akulah si fakir yang bergantung pada Sang Pencipta
Akulah si miskin kecil yang papa dalam jalinan masa

Ku-aniaya diriku, dan nafsu pun menganiayaku
Hanya dari karunia-Nya akan datang kebaikanku

Tak kan mampu ku-hadirkan kebaikan untuk diriku
Tak pula ku mampu menolak bencana yang menerpaku

Tiada yang dapat membinaku tanpa restu Maha Kuasa
Tiada yang meringankanku dalam dosa-dosa
selain pemohon yang dipersilahkan kelak oleh-Nya
sebagaimana dikabarkan dalam ayat-ayat suci-Nya

Tanpa Pencipta tidaklah ku-punya suatu apapun
tiada pula ku-sertai-Nya dalam sebutir debu manapun
tiada bandingan bagi-Nya yang setara atau serumpun
maha kuasa tanpa perlu pada bantuan siapapun

Kebergantungan adalah sifatku yang abadi selamanya
kemandirian itu sifatnya yang selalu menyertainya
setiap insan, pun raja bumi terus bergantung kepada-Nya
Semua makhluk di hadapan-Nya hanyalah para hamba

maka siapa mendamba asa selain dari Sang Pencipta
dialah si lalim pandir serta musyrik yang durjana
Segala puja dan puji syukur hanya milik Allah semata
atas segala karunia dan sifat-sifat-Nya yang paripurna [ Selengkapnya... | 0 komentar ]

Mencari Pintu Rumah?

Selasa, 23 Juli 2013
Dikisahkan, ketika Nabi Ismail 'alaihis-salam semakin dewasa, ia pun menikah dengan seorang wanita yang tinggal di sekitar sumur Zamzam. Tidak lama kemudian, ibunya (yaitu Hajar) meninggal dunia.

Di kemudian hari, Ibrahim 'alaihissalam (sang ayah) datang untuk mengetahui kabar tentang anaknya, namun dia tidak menemukan Ismail. Ibrahim bertanya tentang Ismail kepada istri Ismail. Istrinya menjawab, “Dia sedang pergi mencari nafkah untuk kami”. Lalu Ibrahim bertanya tentang kehidupan dan keadaan mereka. Istri Ismail menjawab, “Kami mengalami banyak keburukan, hidup kami sempit dan penuh penderitaan yang berat”. Istri Ismail mengadukan kehidupan yang dijalaninya bersama suaminya kepada Ibrahim. Ibrahim berkata, “Nanti apabila suamimu datang, sampaikan salam dariku dan katakan kepadanya agar mengubah palang pintu rumahnya”. [ Selengkapnya... | 0 komentar ]

Minta Tolonglah kepada Allah

Ahad, 24 Februari 2013
"Sepintar, sehebat dan sekeras apapun usaha anda maka itu akan sia-sia jika tanpa meminta pertolongan kepada Allah. Tidak akan berhasil. Walaupun nantinya berhasil menurut ukuran anda, maka hal itu akan percuma, tidak berkah."

Demikianlah kira-kira makna yang berulangkali saya dengar dalam beberapa minggu ini. Dan kemarin, hal yang serupa kembali saya dengar dari seorang ustadz.

اِحْرِصْ عَلَى مَايَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ

"Rakuslah / berusahalah semaksimal mungkin untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, dan MINTA TOLONGLAH KEPADA ALLAH..."

Tetaplah meminta tolong kepada Allah atas semua usaha yang kita lakukan. Karena di saat yang bersamaan tumbuhlah kesadaran bahwa semata Allah lah yang memiliki kekuatan untuk mewujudkan sesuatu. Hati akan lebih pasrah, meyakini bahwa Allah akan menakdirkan yang terbaik bagi kita. [ 0 komentar ]

Orang Alim itu...?

Selasa, 22 Januari 2013
Beberapa hari lalu sempat membaca diskusi menarik di grup KIPMI, dan salah satu yang ingin saya kutip adalah:

Orang alim itu bukan yang bisa memilih maslahat di antara mafsadat, tapi yang bisa memilih mana yang lebih maslahat di antara dua maslahat, dan mana yang lebih ringan mafsadat di antara dua mafsadat. [Ust. Noor Ahmad, Ph.D.]

Jika saya tidak salah memahami.. memang benar, jika kita dihadapkan pada pilihan antara maslahat (kebaikan) ataukah mafsadat (keburukan), adalah hal yang wajar dan seharusnya jika kita memilih maslahat. Kalau ada yang tetap memilih mafsadat, berarti ada yang salah dari orang tersebut, bisa jadi ia telah kehilangan akal sehatnya, atau mungkin saja ia dengan sengaja menentang aturan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Namun, masalahnya tidaklah sesederhana itu. Dalam kehidupan nyata, kita jarang menemukan suatu hal yang sifatnya murni maslahat atau murni mafsadat. [Sebelum lanjut, sedikit catatan dari saya, dikecualikan di sini bahasan tentang apa-apa yang telah pasti hukumnya dari Allah, atau hal-hal yang global (bukan pengecualian), yang menjadi hukum asal suatu perkara.]Selengkapnya... | 2 komentar ]

I Will Fly to Reach My Dreams

Selasa, 23 Oktober 2012
MAU KE MANA MAS?
I will fly to reach my dreams too..

Ia hanyalah seorang pelajar sekolah menengah (SMA) yang sering hadir di pengajian di sore hari selepas sekolah, masih dengan seragam putih abu-abu-nya. Roy Grafika, berperawakan kurus, adalah anak yang sangat rajin mencatat isi pengajian. Ia orang yang terbina, memiliki catatan lengkap dan rapi. Bukan sekedar lulus dan menuntaskan sekolah menengah, namun disertai dengan nilai kelulusan dari SMA 1 Jogja yang cukup bagus, kalau tidak salah nilai matematikanya 10. Karena sangat terkesan dengan cara berislam yang ilmiah, ia tidak mengambil kursi di universitas, namun selepas SMA ia mondok 2 tahun di suatu pesantren di Gresik. Sewaktu di pesantren ia berhasil lulus seleksi untuk mendapatkan beasiswa S1 di bidang Hadits di Universitas Islam Madinah. Saat ini ia adalah Ustadz Roy Grafika, Lc, MA (semoga Allah menjaganya!) mahasiswa S3 bidang Aqidah di Universitas Islam Madinah. [ Selengkapnya... | 1 komentar ]

Ada begitu banyak orang-orang baik yang pernah saya temui dalam hidup ini. Termasuk ketika saya diberi kesempatan untuk tinggal satu kontrakan dengan Bapak-bapak yang (menurut saya) baik dan sangat rajin. Itulah sedikit yang bisa saya rasakan setelah berinteraksi dengan mereka, walaupun mungkin hanya dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Mereka adalah orang-orang yang rajin.. bangun pagi, bahkan sebelum shubuh. Ada yang bangun malam untuk shalat tahajud, ada juga yang sahur karena memang rutin puasa senin-kamis. Ketika adzan berkumandang, mereka bergegas untuk shalat berjamaah di masjid. Setelah shubuh, masih ada yang menyempatkan diri membaca Qur'an. Di antara mereka juga masih ada yang semangat menghafal Qur'an walaupun sudah tidak muda lagi.

Ketika matahari terbit, mereka pun telah siap untuk berangkat menuju office, ada yang naik motor, ada pula yang menggunakan sepeda atau bis. Pulang ke kontrakan saat sudah petang atau larut malam. Bahkan ada yang hampir tiap malam menginap di office. Pulang esok paginya, hanya sekedar untuk mandi atau mencuci, lalu berangkat lagi. Lebih dari itu semua, yang rajin pulang kampung menjenguk keluarga juga ada, hehe.. [ Selengkapnya... | 3 komentar ]

Gombal Nahwu

Selasa, 17 Juli 2012
Saat itu.. aku isim mufrod, tunggal sendiri saja.
Seperti huruf, sendiri tak bermakna.
Seperti fi’il lazim, mencinta tak ada yang dicinta.
Tak mau terpuruk dan terdiam, aku harus jadi mubtada’, memulai sesuatu.
Menjadi seorang fa’il, yang berawal dari fi’il.
Tapi aku seperti fi’il mudhori’ alladzi lam yattashil bi-akhirihi syai'un
mencari sesuatu, tapi tak bertemu sesuatupun di akhir.

Bertemu denganmu adalah khobar muqoddam, sebuah kabar yang tak disangka.
Aku pun jadi mubtada’ muakhkhor, perintis yang kesiangan.

Aku mulai dengan sebuah kalam, dari susunan beberapa lafadz
yang mufid, terkhusus untuk dirimu dengan penuh makna. [ Selengkapnya... | 2 komentar ]


ke halaman selanjutnya ››