Jumlah dan Syibhul-Jumlah

Selasa, 12 November 2013 | Bahasa Arab
Jumlah ( الجملة ) dalam bahasa Indonesia artinya adalah kalimat. Sedangkan syibhul-jumlah ( شبه الجملة ) adalah sesuatu yang "mirip" dengan kalimat. Penjelasan ringkasnya sebagai berikut.

A. Jumlah Mufidah
Ketika disebut jumlah maka yang dimaksud adalah jumlah mufidah ( الجملة المفيدة ), yaitu susunan dari dua kata atau lebih yang memberikan faidah atau pemahaman makna yang sempurna. Biasa kita namakan juga dengan "kalimat sempurna". Jumlah terbagi menjadi dua, yaitu jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah.

Jumlah Mufidah

1. Jumlah Ismiyah, adalah kalimat yang dimulai dengan isim.

Contoh: العلمُ نوْرٌ (al-'ilmu nurun = ilmu adalah cahaya)
Kata al-'ilmu adalah isim dan terletak di awal kalimat. Kalimat seperti inilah yang dinamakan jumlah ismiyah. Ada yang masih ingat ciri-ciri isim dan kenapa al-'ilmu termasuk isim? Silahkan baca kembali tentang ciri-ciri isim.


2. Jumlah Fi'liyah, adalah kalimat yang dimulai dengan fi'il. Contoh:

حَضَرَ الرجلُ (hadhara ar-rajulu = telah hadir/datang seorang laki-laki)
أكتب (uktub = tulislah)

Perhatikan pada contoh pertama, kata hadhara adalah fi'il dan letaknya di awal kalimat, sehingga jelas ini termasuk jumlah fi'liyah. Kemudian, kata uktub pada contoh kedua adalah fi'il amr (kata kerja perintah) dan letaknya pun di awal kalimat. Namun ada satu masalah, jika kita merujuk pada definisi "jumlah" di atas, disebutkan bahwa jumlah itu tersusun dari dua kata atau lebih. Padahal uktub hanya terdiri dari satu kata, lalu bagaimana bisa dinamakan jumlah fi'liyah?

Maka kita jawab, jumlah tersusun dari dua kata atau lebih, baik itu yang secara kasat mata memang terlihat demikian, ataupun yang secara makna sebenarnya terdiri dari dua kata atau lebih. Misalnya pada kata uktub tadi, sebenarnya kata uktub mengandung perintah kepada orang kedua tunggal (kamu). Sehingga, arti lengkapnya adalah "Tulislah olehmu!". Inilah kenapa uktub termasuk kategori jumlah (kalimat sempurna).


B. Syibhul-Jumlah
Dinamakan syibhul-jumlah karena memiliki "kemiripan" dengan jumlah (mufidah). Kemiripan dalam hal bahwa ia tersusun dari dua kata atau lebih, namun berbeda karena syibhul-jumlah belum bisa memberikan makna sempurna. Syibhul-jumlah mencakup semua ungkapan yang tersusun atas zharaf + mudhaf ilaih dan jar-majrur.

Syibhul-Jumlah

1. Zharaf (keterangan waktu/tempat) + mudhaf ilaih. Contoh:

فوق الشجرةِ (fawqa asy-syajarati = di atas pohon)
قبل الظهرِ (qabla azh-zhuhri = sebelum zhuhur)

Yang disebut zharaf pada kedua contoh di atas adalah فوق dan قبل .

2. Jar-Majrur. Contoh:

فى المنزلِ (fi al-manzili = di dalam rumah)
على المكتبِ ('ala al-maktabi = di atas meja)

Huruf فى dan على adalah huruf jar, yang membuat isim sesudahnya menjadi majrur. Salah satu tanda majrur adalah dengan harakat kasrah pada huruf terakhir suatu kata.

Semua yang memiliki pola seperti kedua pola di atas maka termasuk ke dalam kategori syibhul-jumlah.

Tadi juga telah disebutkan bahwa syibhul-jumlah berbeda dengan jumlah mufidah karena syibhul-jumlah belum bisa memberikan makna sempurna. Kita ambil contoh terakhir, "di atas meja". Susunan kata seperti ini masih menimbulkan pertanyaan, "Ada apa di atas meja?". Inilah yang dimaksudkan bahwa susunannya belum sempurna dan masih membutuhkan kata lain untuk melengkapi. Berbeda seandainya kita katakan, "Buku ada di atas meja" yang maknanya sudah dapat kita pahami dengan sempurna.

Semoga bermanfaat dan tetap semangat belajar Bahasa Arab.
Masih bersambung insyaaLlah..

Klik untuk melihat daftar isi : Catatan Pelajaran Bahasa Arab.



Komentar

khairi
06 April 2014 - 14:45:17
trima kasih krna mmbantu.. soalan sy.. jumlah fekliah dan ismiah bagaimana??

aL
07 April 2014 - 05:28:43
mungkin boleh lebih spesifik, bagian mana yang kurang jelas atau ingin ditanyakan?

lintang
31 Maret 2016 - 18:54:45
sip

Berikan Komentar

Nama:


E-mail:


Website:
Contoh http://www.indokreatif.net

Silahkan tulis komentar anda :