.:: Islam



Selain mahram tetap, ada juga mahram yang sifatnya sementara. Artinya, wanita/pria tersebut hanya diharamkan untuk dinikahi karena alasan atau faktor tertentu yang sifatnya sementara. Jika faktor tersebut hilang, maka mereka menjadi halal untuk dinikahi. Hal ini berbeda dengan mahram tetap yang haram dinikahi untuk selamanya.

Perbedaan lain antara mahram sementara dengan mahram tetap adalah kita dibolehkan untuk berjabat tangan dengan mahram tetap, namun kita tidak dibolehkan untuk berjabat tangan (termasuk berduaan dll) dengan mahram sementara. [ Selengkapnya... | 1 komentar ]

Terdapat tiga sebab yang menyebabkan seorang wanita/pria tidak boleh dinikahi untuk selamanya, yaitu karena hubungan darah, pernikahan dan persusuan. Siapakah saja mereka?

A. Faktor Hubungan Darah / Kekerabatan

Yang haram dinikahi selamanya karena hubungan darah adalah sebagai berikut.
  1. Ibu, Nenek, dan seterusnya ke atas.
  2. Anak perempuan, cucu perempuan, dan seterusnya ke bawah.
  3. Saudara perempuan kandung/sebapak/seibu.
  4. Keponakan (anak perempuan dari saudara kandung/sebapak/seibu).
  5. Bibi (saudara perempuan dari bapak/ibu) dan yang semisalnya, seperti bibi-nya bapak/ibu (saudaranya kakek/nenek kita). Sebagai catatan, dalam bahasa Arab, saudaranya bapak/ibu maupun saudaranya kakek/nenek semuanya disebut "bibi/paman".
Selengkapnya... | 0 komentar ]

Hikmah dalam Dakwah

Syaikh Ibnu Baz berkata, "Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah.. bukan zaman kekerasan. Kebanyakan manusia saat ini dalam keadaan jahil, lalai dan lebih mementingkan perkara duniawi. Maka haruslah sabar dan lemah-lembut.. hingga dakwah ini sampai kepada mereka.. hingga mereka mengetahui. Kita memohon hidayah kepada Allah untuk semuanya."

Hidayah adalah perkara yang penting dan semua orang membutuhkannya. Dalam setiap rakaat shalat pun kita selalu berdoa untuk diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Ihdinash-shiratal-mustaqim. Jangan pernah berhenti berdoa dan jangan lalai!

Semoga Allah memberikan serta menambahkan hidayah dan taufik-Nya kepada saya.. kepada orang tua, saudara dan seluruh keluarga saya.. begitu juga kepada anda dan keluarga, serta semuanya. Aamiin... [ 0 komentar ]

Bagi yang ingin mendengarkan kajian Tafsir As-Sa'di oleh Ustadz Badrusalam dapat mendownloadnya di https://www.dropbox.com/sh/tijw5g3dpnjnl72/XY4E-f5_PJ

Kajiannya sendiri direkam via grup WhatsApp dengan durasi sekitar 5 menit per hari. File rekamannya juga di-upload secara teratur oleh moderator grup di link di atas. Silahkan.. [ 2 komentar ]

Tuntunan Shalat Tarawih

Kamis, 27 Februari 2014
Shalat tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan di malam-malam bulan Ramadhan. Dari sisi hukum dan tata-cara, shalat ini tidak berbeda dengan shalat malam atau shalat tahajud yang dikerjakan selain di bulan Ramadhan. Hukum shalat tarawih adalah sunnah, baik untuk pria maupun wanita. Di antara dalil pensyariatannya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dari Aisyah radhiyallahu anha.

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada suatu malam keluar di tengah malam untuk melaksanakan shalat di masjid, orang-orang kemudian mengikuti dan shalat di belakang beliau. Pada waktu paginya orang-orang membicarakan kejadian tersebut. Pada malam berikutnya orang-orang yang berkumpul bertambah banyak, lalu mereka ikut shalat bersama beliau. Pagi harinya orang-orang kembali membicarakan kejadian tersebut. Kemudian orang-orang yang hadir di masjid makin bertambah banyak lagi pada malam ketiga. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar untuk shalat, dan mereka pun shalat bersama beliau. Kemudian pada malam keempat, masjid sudah penuh dengan jamaah hingga akhirnya beliau hanya keluar untuk shalat shubuh. Setelah beliau selesai shalat fajar, beliau menghadap kepada orang banyak, kemudian membaca syahadat dan bersabda, “Amma ba’du, bukannya aku tidak tahu keberadaan kalian (semalam), akan tetapi aku khawatir shalat tersebut diwajibkan atas kalian, sementara kalian tidak mampu”.” [muttafaq alaih] [ Selengkapnya... | 0 komentar ]

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Ahad, 02 Februari 2014


Simak juga bagian 2 dan 3 berikut. [ Selengkapnya... | 0 komentar ]

Berwudhu Hanya dengan Satu Mudd Air

Selasa, 07 Januari 2014


Bagus!! Sangat direkomendasikan untuk ditonton, tentang bagaimana cara wudhu Nabi shallaLlahu alaihi wa sallam. Beliau berwudhu hanya dengan satu mudd air, tidak sampai satu gelas. Semoga ada manfaatnya. [ 0 komentar ]

Membaca Al-Quran dengan baik dan benar (sesuai dengan kaidah ilmu tajwid) tentu saja menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Namun, ternyata ada banyak kesalahan atau mungkin kaidah-kaidah yang baru saya ketahui akhir-akhir ini. Contoh sederhana, hal yang sempat membingungkan saya adalah pada QS Al-Ahqaf (46) ayat 4. Perhatikan pada kata yang digarisbawahi berikut.



Pertama, jika dibaca washal (bersambung) maka cara membacanya adalah:

(.. fis-samawati`tuni bikitabin ..) ‘alif’ pada awal kata ائتونى tidak dibaca (diabaikan). [ Selengkapnya... | 2 komentar ]

Salah satu kaidah fiqih yang dicantumkan oleh Syaikh As-Sa'di dalam manzhumah atau bait-bait syairnya adalah:

معاجل المحظور قبل آنه * قد باء بالخسران مع حرمانه

mu'ajilul-mahzhuri qabla anihi
qad ba`a bil-khusrani ma' hirmanihi

"Orang yang menyegerakan sesuatu yang masih terlarang sebelum waktunya, sungguh ia akan kembali dengan membawa kerugian dan keharaman (tidak akan memperolehnya)." [ Selengkapnya... | 0 komentar ]

[Update: 17 Maret 2014] Berikut adalah terjemahan dari ceramah singkat yang disampaikan oleh Syaikh AbdurRazaq. Mohon koreksinya jika ada yang salah. Rekaman suara aslinya bisa didownload dari http://al-badr.net/download/mp3/d6tQ5WHFpO ...

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Shalawat dan keselamatan semoga Allah curahkan kepada beliau beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Amma ba’d.

Pertama, (…) aku mengharapkan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan keberkahan kepada kita pada setiap yang kita katakan dan dengar, dan menjadikan apa yang kita katakan dan dengar sebagai hujjah (argumen) bagi kita yang kita tidak akan dituntut pada hari perjumpaan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan pembicaraanku di waktu jeda ini –wahai saudara sekalian– adalah tentang doa yang sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu setelah selesai melaksanakan shalat yang agung ini, yang Allah Jalla wa ‘Ala memuliakan kita dan memberikan karunia kepada kita sehingga dapat menunaikannya, dan Dia memberikan keutamaan kepada kita dengan menjadikan kita sebagai ahli (orang yang dapat menunaikan dan menjaga) shalat. [ Selengkapnya... | 4 komentar ]

Berikut ini adalah tiga kaidah penting yang selayaknya diketahui oleh kita ketika mengambil sebab (berusaha) untuk mewujudkan apa yang diinginkan.

[1] Wajibnya bersandar kepada Allah 'Azza wa Jalla, dan bukan bersandar kepada zat sebab itu sendiri, karena Allah lah yang menciptakan sebab. Contoh: ketika sakit kepala dan membeli obat di apotek, kita meyakini bahwa Allah semata yang mampu menyembuhkan, sedangkan obat hanya sebagai sebab/perantara bagi kesembuhan.

[2] Mengetahui bahwa semua sebab itu terkait dengan ketetapan dan takdir Allah. Contoh: api merupakan sebab yang bisa membuat terbakar, namun dengan takdir Allah ternyata api tidak membakar Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Kita harus menyadari bahwa sebab itu tidak bisa memberi manfaat atau madharat dengan sendirinya. Hanya dengan izin Allah lah semua manfaat atau madharat itu bisa terjadi. [ Selengkapnya... | 0 komentar ]


‹‹ sebelumnyake halaman selanjutnya ››